![]() |
| berita554.blogspot.com |
Robeknya selaput dara tak selalu jadi tanda hilangnya keperawanan
Keperawanan hingga saat ini masih menjadi topik yang selalu hangat untuk dibicarakan. Penyebabnya apalagi jika bukan keperawanan selalu lekat dengan hubungan seksual. Dan sudah bisa ditebak bahwa seks adalah topik yang tak lekang dimakan zaman untuk selalu dibahas.Selama ini anggapan yang umum beredar adalah hilangnya keperawanan sama dengan robeknya selaput dara. Jadi, karena ketidaksengajaan yang dilakukan oleh wanita sehingga membuat selaput dara robek, maka wanita disebut sudah tidak perawan lagi.
Padahal tahukah Anda bahwa anggapan ini salah?
"Banyak pemikiran bahwa seorang wanita yang belum melakukan hubungan seksual, maka selaput dara nya masih utuh dan pada melakukan hubungan seksual pasti akan keluar darah. Namun tentunya tanda fisik ini bukan menjadi suatu patokan utama terhadap penilaian tersebut, karena keperawanan seseorang hanya dapat diketahui melalui suatu pemeriksaan oleh ahli medis," ujar dr. Deffy Leksani Anggar Sari, seorang dokter umum seperti dilansir dari meetdoctor.com.
"Selaput dara merupakan selaput membran yang menutupi liang vagina. Selama ini, masih banyak orang yang menghubungkan keperawanan seseorang dengan robeknya selaput dara. Padahal, anggapan yang sudah terlanjur beredar luas itu sama sekali salah kaprah. Anggapan mengenai selaput dara dan hubungannya dengan keperawanan sudah menggeser fungsi sebenarnya dari selaput dara yang semata-mata hanya sebagai pelindung vagina. Jadi, selaput dara tidak selayaknya menjadi ukuran keperawanan seorang wanita," ungkapnya.
Berdasarkan penjelasan tersebut maka sudah jelas bahwa sebenarnya robeknya selaput dara bukanlah satu-satunya indikator bahwa seorang wanita masih perawan atau tidak. Sebab selaput dara sebenarnya sangatlah tipis dan beberapa aktivitas seperti olahraga atau mungkin jatuh dari sepeda sudah bisa menyebabkan selaput dara robek.
"Dan tentunya tidak ada tanda fisik tertentu yang dapat membuktikan seseorang perawan atau tidak," simpulnya menanggapi berbagai macam mitos tentang tanda fisik yang bisa membedakan apakah seorang wanita masih perawan atau tidak.

.gif)
.gif)


.gif)


0 komentar:
Post a Comment